ASRI-

18 Tahun Menebang Hutan, Mantan Logger Ini Memilih Berhenti

Tukar Chainsaw dengan Modal Usaha
Pak Juliansyah menyerahkan chainsaw miliknya ke Yayasan ASRI

Chainsaw buyback merupakan sebuah program dari Yayasan Asri yang bertujuan untuk memberikan mata pencaharian alternatif bagi para mantan logger. Mata pencaharian alternatif berbentuk sebuah modal usaha yang diberikan kepada mantan logger untuk mereka gunakan sebagai pengganti pekerjaan sebelumnya.

Sudah banyak chainsaw yang diterima oleh pihak ASRI dari para mantan logger, Salah satunya adalah pak Juliansyah (35) beralamatkan di jalan tanah merah desa Sutera. Beliau ingin menukarkan chainsaw nya untuk modal membeli alat tukang bangunan yang sedang ia kerjakan sekarang.

Beliau bercerita panjang lebar mulai dari awal ia menjadi logger sampai ia memutuskan untuk berhenti menjadi seorang logger. Pak juliansyah memulai berkerja sejak umur 18, beliau pada saat itu berkerja dengan salah satu bos kayu. Seiring berjalannya waktu pak Juliansyah memutuskan untuk bekerja sendiri setelah mendapatkan modal untuk membeli chainsaw.

“Menjadi logger itu tidak mudah. Kita harus lari-larian agar tidak diketahui oleh Polisi Hutan yang sedang bertugas, konsekuensinya jika ketahuan menebang pohon saat itu adalah ditembak di tempat, tidak hanya itu saya harus berpisah dengan keluarga beberapa bulan, dan waktu istirahat yang terbatas.” Akan tetapi pekerjaan ini harus ia kerjakan demi menyambung hidup keluarganya terutama istri dan anaknya dirumah saat itu.

Setelah 18 tahun mengeluti pekerjaan menjadi Logger, pak Juliansyah mulai berpikir bahwa pekerjaan ini tidak bisa menjamin hidupnya karna hanya bersifat sementara dan pohon-pohon nantinya akan habis seiring maraknya penebangan liar. Akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi tukang bangunan karna permintaannya tidak akan berhenti, sebab semakin tahun semakin banyak orang yang membangun rumah khususnya di Sukadana. Beliau berhenti bekerja menjadi logger sejak setahun yang lalu dan chainsaw nya hanya disewakan dengan biaya Rp.500.000/bulan.

Dan saat ini pak Juliansyah sudah menukarkan chaisaw nya dengan modal usaha yang akan diberikan ke ASRI. Beliau merasa senang dengan bantuan ini, beliau bisa membeli alat yang diperlukan dalam pembangunan, bisa kumpul sama keluarga, dan bisa beristirahat tanpa dihalangi dengan beban kerja yang begitu berat.

 

Tulisan oleh: Nabila (Mahasiswa Magang dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Tanjungpura Pontianak)

Admin ASRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *