ASRI-
Kumpulan chainsaw yang telah diserahkan ke ASRI

Chainsaw Buyback: Solusi ASRI untuk Penebang Pohon

Ibu Nur Febriani bersama tamu mampir membeli Es Tebu di tempat binaan UMKM ASRI

Pak Arifin awalnya adalah seorang pedagang buah. Ia menjual buah dari Sukadana ke Ketapang (sekitar 80km atau 2 jam perjalanan). Suatu ketika di tahun 2014-an, dia kehabisan modal. Demi memenuhi tuntutan ekonomi, ia pun belajar menjadi seorang penebang pohon. Bertahun-tahun ia menjadi penebang pohon hingga akhirnya Yayasan ASRI datang menawarkan sebuah solusi. Program Chainsaw Buyback, atau pembelian kembali mesin penebang pohon/chainsaw dan menukarnya dengan modal usaha.

Pak Arifin tertarik dengan program ini dan meminta dukungan kepada ASRI untuk menjadi penjual es tebu. Es Tebu adalah minuman yang populer di Kalimantan Barat. Modal usaha 10 juta yang diberikan oleh ASRI dibelanjakan bersama untuk memperbaiki dan memodifikasi motor agar memudahkan Pak Arifin membawa tebu, membeli mesin peras tebu, pembuatan gerobak beserta perlengkapannya.

Sejak beralih mata pencaharian menjadi penjual es tebu pada tahun 2017, Pak Arifin telah merasa hidupnya lebih baik. Ia bisa menjual es tebu di dekat rumah, tidak ada perasaan khawatir dikejar-kejar oleh Polisi Hutan, dan ia sangat senang karena bisa mendapatkan pendapatan harian. Dalam sehari ia bisa menjual hingga 100 bungkus, atau memiliki omset sekitar 250-300 ribu sehari. Dengan pendapatan rutin tersebut, ia bisa membayar sekolah anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pak Arifin, berhenti menjadi penebang pohon dan beralih pekerjaan dengan membuka usaha es tebu

Sejak awal 2017 hingga saat ini, sudah lebih dari 70 penebang pohon (logger) yang telah mengikuti program Chainsaw Buyback ini. ASRI bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Palung untuk menawarkan solusi bagi para penebang pohon yang terpaksa menjalani pekerjaan sebagai penebang pohon untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

 

Proses Bergabungnya logger di Program Chainsaw Buyback

Logger mendengar tentang program ini melalui teman, keluarga, atau polisi Hutan. Logger mendaftar ke ASRI dan dilakukan assessment (pemantauan lokasi rumah, situasi sosial ekonomi yang bersangkutan). Jika telah disetujui Oleh ASRI, Koordinator Chainsaw Buyback akan menyusun sebuah Surat Perjanjian.

Surat Perjanjian dibacakan kepada logger dan biasanya didampingi istri serta saksi lain. Jika semua telah bersepakat, maka penandatanganan dilakukan dan Logger akan menyalakan chainsaw untuk yang terakhir kali. Kemudian ex-logger akan belanja kebutuhan usaha yang baru bersama koordinator Chainsaw Buyback.

Foto pembacaan perjanjian kesepakatan antara Yayasan ASRI dan mantan logger
Foto pembacaan perjanjian kesepakatan antara Yayasan ASRI dan mantan logger
'Ritual' logger menghidupkan chainsaw mereka untuk terakhir kalinya
‘Ritual’ logger menghidupkan chainsaw mereka untuk terakhir kalinya
ASRI, (mantan) logger dan pihak TNGP foto bersama
ASRI, (mantan) logger dan pihak TNGP foto bersama

Tulisan oleh: Nur Febriani Wardi (Direktur Eksekutif Yayasan ASRI)

Admin ASRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *