ASRI-

Hidup Sejahtera Tidak Merusak Alam

Satu Dekade  Yayasan ASRI di Sukadana

SUKADANA – Alam Sehat Lestari (ASRI) yang merupakan lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang sosial mencakup bidang kesehatan manusia dan pelestarian alam genap menginjak usia satu dekade berdirinya di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Dengan genapnya usia ASRI ke 10 tersebut menggelar kegiatan yang dengan mengusung tema” Sehat Alamku Sehat Masyarakatku” di Klinik ASRI  Jalan Sungai Mengkuang Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara.

Keberadaan ASRI hadir di Kayong Utara sejak tahun 2007 lalu, tentunya menjadi solusi untuk seluruh masyarakat, melalui beberapa program mereka yang meringankan beban masyarakat dan masyarakat tidak harus merusak hutan demi terpenuhinya kebutuhan kesehatan.

Direktur Eksekutif ASRI Dr. Monica mengatakan banyak alasan atau latar belakang masyarakat untuk dapat melakukan penebangan hutan. Diantaranya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,  bahkan hingga untuk pemenuhan kesehatan.

Namun sambung Monica  kehadiran ASRI 10 tahun lalu tentunya banyak menggunakan metode pendekatan kemasyarakat mencoba menyaring keinginan masyarakat. Tujuannya agar persoalan perusakan hutan dapat dihindari.

Selain itu, sambung Monica ASRI datang dengan misi kemanusian, ingin menjadikan masyarakat yang sehat dan sejahtera namun tetap menjaga alam, hutan tetap terjaga keasriannya karena diakuinya alam dan manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.

“ASRI memiliki visi menjadikan masyarakat yang sehat, sejahtera dan alam yang lestari.  Kehidupan manusia dengan alam sangat berkaitan dan saling bergantungan satu dengan yang lain. Kalau alam rusak, manusia sakit,” terang Dr. Monica pada sambutannya dihari jadi ASRI ke 10, di rumah sakit ASRI, Kamis (13/7) kemarin.

Ia mencontohkan musibah yang terjadi di Kabupaten Kayong Utara, Kecamatan Sukadana belum lama ini.  Menurutnya musibah tersebut sedikit banyak disebabkan oleh alam,  hutan yang rusak oleh ulah manusia.

“Belum lama ini sudah merasakan, bisa dikatakan bencana, banjir di kawasan Sukadana ini karena alam kita yang sudah rusak.  Manusia yang sakit dan tidak sejahtera,  mereka terpaksa merusak alam,  kami banyak bertemu dengan para penebang hutan, masyarakat di sini yang menebang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Bahkan termasuk kebutuhan akan kesehatan,”ungkapnya.

Diawal kedatangan Yayasan ASRI ini,  pendekatan yang dilakukan pihak ASRI ialah melakukan pendekatan dan mendengarkan keinginan masyarakat, sehingga munculah berbagai permintaan yang diinginkan masyarakat. Yakni  pelayanan kesehatan yang berkualitas dan  pelatihan pertanian yang diberikan kepada masyarakat.

Untuk dapat mewujutkan keinginan masyarakat itu, maka berdirilah ASRI  pada tahun 2007 dengan masih menggunakan rumah kontrakan yang hanya sederhana. Untuk menjangkau pelayanan kesehatan kepada masyarkat miskin ASRI membuat terobosan, yaitu seluruh masyarakat dapat berobat dengan non tunai alias tidak pakai uang,  namun masyarakat bisa menukarkan berbagai barang kerajinan yang mereka buat untuk biaya pengobatan.

“Di Klinik ASRI ini pasien bisa membayar pengobatan dan menabung pengobatan dengan non tunai, tidak dengan uang tapi kalau ada uang boleh pakai uang atau pakai non tunai, yaitu dengan bibit pohon. Bisa bayar dengan kerajinan tangan, dengan bakul, sekam,  tikar misalnya. Bahkan baru saja ada pasien yang bayar dengan kulit telur,”sambungnya.

Pada kegiatan tersebut turut dhadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Hilaria Yusnani, serta beberapa tamu undagan lainnnya. (dan)

sumber : pontianakpost

asri.info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *