Pendiri

  • Kinari Webb, MD

    Visi Kinari untuk membangun ASRI bermula saat dia mempelajari orangutan pada tahun 1993 di Taman Nasional Gunung Palung. Saat itu dia tidak hanya melihat keindahan alam yang terancam kelestariannya tapi juga melihat kebutuhan pemenuhan kesehatan bagi penduduk di sekitar taman nasional.
    Pengalamannya di Indonesia mendorong Kinari untuk menjadi seorang dokter dan kembali ke Indonesia, dengan harapan bisa bekerja bersama komunitas lokal untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan menjaga lingkungan. Kinari lulus dari Yale University of Medicine with honors dan kemudian melanjutkan spesialisasi ke bidang Family Medicine di Contra Costa Regional Medical Center di Martinez, California. Sejak tahun 1993, Kinari sering datang ke Indonesia untuk mempelajari orangutan, melakukan riset tentang tingkat kematian anak dan mal nutrisi, dan bekerja sebagai dokter. Kinari adalah salah satu dokter asing yang dapat berbahasa Indonesia dan langsung turut membantu korban tsunami Aceh. Segera setelah program spesialisasinya usai, Kinari dan suaminya Cam Webb pindah ke Indonesia dan berkeliling mencari lokasi yang cocok untuk mengkombinasikan program kesehatan manusia dan lingkungan. Tak disangka tempat yang dirasa paling cocok adalah tempat Kinari bertemu dengan Cam untuk pertama kalinya, yaitu di Taman Nasional Gunung Palung. Di lokasi ini hutannya masih dapat diselamatkan, tersedianya dukungan dari pemerintah dan adanya kebutuhan terhadap penyediaan jasa kesehatan. Bersama dengan Antonia Gorog, Hotlin Ompusunggu dan bantuan dari orang lain visi ini akhirnya mulai membuahkan hasil.

  • Hotlin Ompusunggu, CeHE

    • Direktur Operasi
    • Dokter gigi
    • Ketua Yayasan ASRI

    Drg. Hotlin adalah seorang dokter gigi berlisensi yang berasal dari Sumatra. Dia memiliki pengalaman menjadi dokter gigi di pedalaman Sumatra, termasuk di dalamnya adalah pengalaman dua tahun sebagai direktur klinik keliling dan dokter gigi yang mengunjungi pasien dengan perahu ke pedalaman Sumatra. Dia juga turut mengkoordinir tim dokter dan dokter gigi saat terjadi tsunami di Aceh. Dia berhasil mendapatkan diploma di bidang Community Development and Higher Education di Inggris sebelum dia membangun ASRI bersama Kinari Webb dan Antonia Gorog. Hotlin memang selalu bertujuan untuk bekerja sama dengan komunitas yang kurang terlayani dan di ASRI ketertarikannya terhadap konservasi juga meningkat. Tahun 2011 Hotlin menerima penghargaan bergengsi dari Whitley Fund for Nature Conservation Award. Silakan lihat informasi selanjutnya disini. http://www.whitleyaward.org/

  • Antonia Gorog, PhD

    Antonio Gorog adalah salah satu pendiri awal ASRI yang sekarang sedang cuti dari pekerjaannya sebagai Program Director di lembaga pendukung ASRI, Health In Harmony, di Amerika Serikat. Antonia adalah seorang ahli ekologi dan ahli konservasi dengan gelar PhD dari University of Michigan. Selama dua tahun dia bekerja sebagai Scientific Advisor and Species Conservation bagi harimau dan gajah Sumatra, juga burung maleo. Antonia telah melaksanakan riset tentang mamalia secara menyeluruh di Taman Nasional Gunung Palung. Dia juga pernah tinggal dan bekerja sebagai ahli biologi secara berkala di Indonesia sejak 1998. Antonia juga bisa Bahasa Indonesia dengan lancar.

Staf Perawat

  • Wilfirmus, Amd. Kep.

    Kepala Perawat dan Manajer Laboratorium.

    Wilfirmus aslinya berasal dari sebuah desa Dayak di hulu sungai Kapuas. Wilfirmus memperoleh pendidikan perawat di Rumah Sakit Bathesda, Kalimantan Barat, dimana selanjutnya dia bekerja di sana selama dua tahun dalam program pelayanan kesehatan desa yang menyediakan imunisasi, pelayanan pranatal, dan pendidikan kesehatan untuk masyarakat di desa terpencil. Dia juga membantu korban Tsunami di Aceh. Sebagai bagian dari team ASRI, Wil tidak hanya menjadi kepala perawat, tetapi juga ahli tentang pemanasan global. Dia sangat peduli terhadap perlindungan lingkungan. Pada suatu waktu, Will sering mengikuti klinik keliling dimana dia merawat pasien dan melakukan tes lab di lab mobil klinik dan mengajari masyarakat tentang pentingnya perlindungan hutan hujan tropis yang tidak hanya untuk masa depan mereka tetapi juga untuk masa depan semua orang di bumi. Hal ini hanyalah satu dari sekian contoh betapa berintegritasnya program ASRI.

     

  • Lidya Kristiana, Amd. Kep

    Perawat umum dan koordinator Program Imunisasi.

    Lydia lahir di sebuah dusun kecil di kaki Gunung Palung.Ia menyelesaikan studi di AKPER Berkala Widya Husada, Jakarta. Sebelum di ASRI, Lydia sudah memiliki pengalaman selama 3 tahunbekerja di RSU dan klinik estetik di ibukota.Di kotabesar, situasi pelayanan kesehatan terasa lebih glamor dengan transaksi uang yang sangat besar. Lydia ingin kembali ke daerah, melayani masyarakat di kampong halaman.Pengalamannya di Jakarta terasa begitu kontras jika dibandingkan saat ini melayani pasien-pasien di ASRI yang  begitu sederhana, bahkan boleh membayar secara non-tunai. Di ASRI, wanita yang jenaka dan Penyayang anak-anak ini, suka bergaul langsung dengan masyarakat, serta menambah pengalaman dengan relawan-relawan asing.

  • Clara Sari, Amd. Kep

    Perawat umum dan gigi.

    Koordinator Program KB.

    Clara lulus dari Akper Bethesda Serukam, Kalimantan Barat. Sebelum di ASRI, ia pernah bekerja di Puskesmas selama 6 bulan.Ia memutuskan untuk pindah ke ASRI karena tantangan beker jadi tempat baru dan mulai dari nol.Bersama suaminya (Wilfirmus), ia ingin merantau dan hidup mandiri.Selain di bidang klinis, ia juga senang turun ke lapangan untuk melayani masyarakat. Dengan ilmu baru dari ASRI, suatu saat ia ingin memulai klinik yang baru juga.

  • Maria Martha, Amd. Kep

    Perawat umum.

    Martha lulus dari Akper Ketapang, Kalbar. Sebelum di ASRI, Martha pernah magang 2 minggu di Puskesmas Sukadana, lalu bekerja di sebuah perusahaan sawit selama 3 bulan. Selain karena dekat dengan rumah, Martha juga tertarik akan program-program ASRI, yaitu pelayanan sosial ke masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan, terutama di KKU. Di ASRI, Martha menambah pengalamannya sebagai perawat, berkenalan dengan orang asing dari luar negeri. Ia juga terkesan dengan kekeluargaan tim klinik ASRI. Martha berharap ASRI bisa lebih berkembang, dan segera membangun klinik besar yang bermanfaat bagi masyarakat di KKU khususnya. Suatu hari nanti, Martha berharap bisa melanjutkan kuliah S1 keperawatan.

  • Maskur, Amd. Kep.

    Perawat Umum

    Maskur lulus dari STIKES YARSI Pontianak program studi D3 Keperawatan. Sebelum bergabung dengan ASRI, Maskur telah bekerja di suatu klinik di Pontianak selama 4 bulan. Menurut Maskur, ASRI merupakan suatu organisasi yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi sehingga sangat menginspirasinya untuk lebih bersemangat membantu masyarakat dan bergabung dengan ASRI. Maskur mempunyai cita-cita dapat berpartisipasi aktif di masyarakat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan lingkungan.

  • Efan Juniansyah, Amd. Kep.

    Perawat Umum

    Efan lulus dari Akademi Perawat di Ketapang pada tahun 2013. Sebelum bergabung dengan team ASRI, Efan bekerja sebagai relawan di Puskesmas Sukadana selama 4 bulan. Efan bergabung bersama team ASRI karena ingin menambah wawasan dan pengalaman kerja. Efan mempunyai harapan yang besar untuk dapat lebih mengasah ilmu dan melanjutkan kuliah di keperawatan gawat darurat dan perawatan luka.

  • Reki Roikhan, Amd. Kep.

    Perawat umum.

    Reki lulus dari Akper Ketapang, Kalimantan Barat. Sebelum di ASRI, Reki magang di Puskesmas Teluk Batang. Reki tertarik bekerja di ASRI karena ingin belajar dari orang bule. Hal yang paling seru bagi Reki selama bekerja di ASRI adalah klinik keliling. Harapan Reki adalah agar ASRI berkembang lebih besar menjadi RS, karena di Kabupaten Kayong Utara belum ada RS. Reki ingin menjadi seorang perawat profesional yang berwawasan luas dan berintegritas tinggi.

Staf Farmasi

  • Indah Prihatin, S.Farm., Apt.

    Apoteker

    Manajer administrasi Klinik ASRI

    Indah lulus dari Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung. Sebelum bergabung bersama ASRI, Indah telah memiliki kemampuan farmasi klinik yang cukup baik saat menjadi pegawai magang dan sementara di beberapa apotek dan rumah sakit. Ketertarikannya pada program-program sosial ASRI membawanya bergabung dengan team ASRI saat ini. Sebagai salah satu orang yang mempunyai banyak pengalaman di bidang administrasi membuatnya tak hanya menjadi apoteker di klinik ASRI, melainkan juga sebagai manajer administrasi klinik ASRI dan administrator website ASRI. Indah dikenal sebagai orang yang penuh semangat dan senang berpetualang, dia senang bertemu dengan banyak orang dan berbagi pengalaman bersama mereka. Dia berharap dapat melanjutkan Program Pasca-sarjananya di bidang farmasi klinik karena besarnya passion yang dimiliki di bidang farmasi klinik.

Staf Umum

  • Natalia Evalinda Purba, S.Pd.

    Manajer Administrasi Umum

    Lia yang merupakan kependekan dari Natalia, lulus dari Universitas Negeri Medan pada tahun 2003 dengan gelar Sarjana Pendidikan. Setelah empat tahun berpengalaman di pendidikan, pada tahun 2011 Natalia diberikan kesempatan bekerja di ASRI sebagai koordinator progam DOTS. Sebagai koordinator DOTS, Lia selalu mengunjungi pasien-pasiennya satu bulan sekali untuk melakukan monitoring dan mencegah mereka mengalami kegagalan pengobatan. Dia sangat bersyukur untuk pengalaman saat bekerja di ASRI karena memberinya kesempatan untuk belajar tentang kesehatan dan obat. Melalui ASRI, dia belajar tentang pentingnya kerjasama dalam mendengarkan dan mengapresiasi orang lain.

  • Rahmiatul Wasilah

    Bendahara Program.

    Rahmiatul Wasilah atau yang lebih dikenal Ema, adalah penduduk lokal Sukadana yang sebenarnya tinggal di seberang jalan klinik ASRI. Saat ini dia sedang menyelesaikan program sarjananya di bidang Akuntasi Universitas Terbuka. Sebagai bendahara, Ema bertanggungjawab mengatur alur keuangan, termasuk pajak dan gaji karyawan. Ema menikmati waktunya di ASRI karena terdukung untuk terus belajar hal-hal baru setiap saat. Dia semakin berpikiran terbuka setelah mempunyai banyak pengalaman bekerja dengan banyak orang yang berbeda-beda di ASRI.

  • Hamisah

    Koordinator DOTS.

    Hamisah adalah salah satu petugas kesehatan masyarakat desa ASRI yang membantu pasien TBC di klinik ASRI agar rutin meminum obatnya. Dia berasal dari sebuah desa yang jaraknya sekitar setengah jam dari klinik ASRI. Walaupun dahulunya dia adalah seorang wanita yang pemalu dan hanya memiliki pendidikan SMP, ASRI sangat terkesan dengan pekerjaannya dan betapa besarnya kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di desanya yang membuat Hamisah tak hanya menjadi koordinator DOTS ASRI, tetapi jug sebagai kepala dusun wanita pertama di desanya. Dia juga memimpin sebuah grup yang terdiri dari 52 petani wanita yang belajar tentang pertanian organik serta membuat aturan bahwa tidak boleh ada penebangan di desanya sehingga membuatnya berhasil menghentikan penebang terakhir di desanya untuk berhenti menebang.

  • Supatma

    Petugas Pendaftaran.

    Supatma atau yang biasanya dikenal Patma, adalah penduduk lokal Sukadana. Dia menyelesaikan pendidikan SMA di Sukadana dan sekarang melanjutkan studinya di Universitas Terbuka. Awalnya dia bergabung di ASRI sebagai salah satu petugas DOTS. ASRI melihat potensinya dan memberiknya posisi sebagai petugas pendaftaran. Sekarang dia bertanggungjawab mendaftarkan pasien dan mengisi data rekam medis mereka. Dia mengakui bahwa pekerjaannya terkadang sangat menantang karena dia adalah orang pertama yang bertemu dengan pasien. Kadang dia harus menenangkan dirinya ketika pasien sedang bersikap keras. Dia senang bergabung dengan ASRI karena mendukungnya untuk tetap belajar khususnya tentang komputer. Waktunya di ASRI sangat spesial karena dia bisa bertemu dengan suaminya di klinik.

     

  • Yudi Mirja

    Staf IT

    Saat ini Yudi bekerja di ASRI sebagai penanggung jawab teknis IT dan asisten Pak Cam dalam mengontrol sistem informatika ASRI. Yudi yang merupakan lulusan dari SMA Muhammadiyah Ketapang ini dikenal sebagai anak yang cerdas karena keahliannya di bidang IT tidak diperoleh di bangku sekolah, melainkan belajar dari berbagai pengalamannya selama bekerja. Sebelum bergabung di ASRI, Yudi bekerja sebagai teknisi computer dan jaringan LAN di suatu perusahaan swasta di Ketapang. Perkenalan pertama Yudi dan ASRI dimulai saat dia menjadi penyedia jasa layanan internet di ASRI dan sejak itu lah dia mulai mengenal ASRI. Keinginan Yudi yang ingin memperoleh banyak ilmu dan pengalaman baru tidak hanya di bidang IT melainkan di bidang-bidang lainnya ini lah yang membuatnya kini bergabung dengan ASRI.

  • Nani Utari

    Kasir.

    Nani lulus dari SMA 1 Sukadana. Nani tinggal di Dusun Sungai Belit, Desa Sejahtera, di sekitar TNGP. Sebelumnya Nani pernah bekerja sebagai kasir di toko furnitur. Ia tertarik bekerja di ASRI karena sesuai pengalaman kerja sebelumnya, dan juga dekat dengan rumah. Hal yang berkesan di ASRI adalah Nani bisa kenal banyak orang baru, dan semakin tahu banyak program ASRI, khususnya di bidang lingkungan. Nani berharap agar perluasan Klinik ASRI segera selesai. Di masa depan, Nani ingin melanjutkan sekolah lagi di jenjang universitas. Ia tertarik dengan jurusan Sastra Indonesia.

  • Januarius Romi

    Sopir.

    Januarius Romi atau yang sering dikenal Romi merupakan lulusan dari sebuah SMA di Ketapang. Romi dahulunya adalah seorang pekerja musiman di sebuah industri pertambangan yang akhirnya memutuskan pindah ke Sukadana karena keluarganya dan akhirnya bekerja di ASRI. Sebagai sopir ambulans ASRI, RRomi bertanggungjawab untuk mengantarkan pasien dalam berbagai kondisi, termasuk pasien meninggal. Dia mengatakan bahwa dia masih sering ketakutan saat mengantarkan pasien jenasah seorang diri. Dia senang bekerja di ASRI karena tidak adanya deskriminasi dalam pekerjaan. ASRI, menurut Romi, selalu memberinya ruang untuk mengembangan kemampuannya.

Staf Dokter

  • Monica Ruth Nirmala, DDS

    Direktur Eksekutif ASRI

    Dokter Gigi

    Monica lulus dengan predikat “sangat memuaskan” dari salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia. Monica tertarik dengan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Dia tertarik untuk bergabung dengan ASRI karena terdorong oleh keinginannya untuk melayani masyarakat pedalaman. Dia juga ingin mencari tahu akar permasalahan kesehatan yang ada di Sukadana dan ingin membantu menyelesaikanya. Di masa yang akan datang, Monica ingin menggunakan kemampuannya untuk membangun Indonesia dengan cara bekerja secara stategis dan dalam skala yang lebih besar. Monica berharap dia dapat melanjutkan pendidikannya dan bisa mendapatkan master di bidang kesehatan masyarakat.

  • Nurmilia Afriliani, MD

    Dokter Umum

    Nurmilia atau yang lebih akrab dipanggil Nomi merupakan dokter yang lulus dari UNSYIAH Aceh. Sebelum bergabung bersama ASRI, Nomi sudah mempunyai pengalaman cukup lama di beberapa rumah sakit dan klinik di Aceh. Nomi mencoba menantang diri untuk mengabdikan diri dan mencari pengalaman membantu masyarakat di daerah tertinggal agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kecintaannya terhadap program-program ASRI meningkat setiap harinya dan menikmati pekerjaannya menjadi dokter ASRI. Nomi berencana akan melanjutkan spesialis anastesi saat kesempatan datang.

  • Jeng Yuliana, MD

    Dokter Umum

    Yuli merupakan salah satu dokter lulusan Universitas Pelita Harapan. Sebelum bergabung dengan ASRI, Yuli telah mempunyai banyak pengalam klinik tak hanya saat menjadi dokter klinik, tetapi juga saat medical consultant dan emergency doctor. Yuli sangat mengapresiasi program-program ASRI yang menggabungkan antara konservasi dan lingkungan, sehingga membuatnya tertarik bergabung di ASRI. Yuli sangat senang menulis dan mempunyai semangat belajar yang tinggi. Cita-citanya ingin menjadi seorang dokter spesialis anak yang bisa melakukan charity ke seluruh dunia suatu saat.

  • Marisa Thimang, DDS

    Dokter Gigi

    Marisa merupakan dokter gigi yang lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Berawal dari ketertarikan akan konsep holistik ASRI di bidang kesehatan dan pelestarian alam membuatnya langsung meyakinkan diri untuk bergabung bersama ASRI setelah mendapatkan gelar dokter giginya. Harapan Marisa selanjutnya adalah ingin melanjutkan pendidikan spesialisai di bidang odontologi forensik.

  • Hafidz Alhadi Luqmana, MD

    Dokter Umum

    Hafidz adalah dokter yang lulus dengan predikat cum laude dari Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta. Sebelum bekerja di ASRI, hafidz memiliki pengalaman di beberapa klinik swasta di solo dan Yogyakarta. Sejak sekolah, mahasiswa hingga sekarang hafidz memiliki ketertarikan terhadap alam dan keorganisasian, sehingga bergabung dengan asri yang memiliki dua hal tersebut memang sangat diinginkan. Selama masa kuliah, hafidz aktif di keorganisasian dan menjadi anggota senat di fakultas. Di masa depan hafidz sangat tertarik dan ingin melanjutkan studi di bidang bedah maupun kedokteran bencana.

Staf Konservasi

  • Etty Rahmawati

    Koordinator Pendidikan dan Penyuluhan Konservasi.

    Etty datang ke ASRI dengan pengalaman mengajar bahasa inggris selama 10 tahun, termasuk mengajar di sekolah bahasa Inggris terkemuka di Bali (English First). Etty memimpin program ASRI Kids- program pendidikan kesehatan dan konservasi untuk anak-anak- bertugas mengkoordinasikan dan menjalankan program penyuluhan masyarakat di sekitar Taman Nasional. Dia juga merupakan koordinator relawan asing di ASRI. Etty merupakan guru dengan bakat menakjubkan dan senang menggunakan keahliannya untuk membantu masyrakat dan lingkungan. Seluruh team ASRI merasa beruntung memilikinya yang mempunyai bakat yang hebat untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

  • Cam Webb, PhD

    Cam sebenarnya bukan staf resmi ASRI, namun dia sangat berperan penting dalam pengembangan ASRI. Cam menikah dengan Kinari setelah mereka bertemu untuk pertama kali di Taman Nasional Gunung Palung pada tahun 1993. Saat itu Cam sedang melakukan riset untuk program doktornya di bidang ekologi hutan hujan. Cam memiliki spesialisasi tentang pepohonan di hutan hujan tropis. Dia sekarang bekerja di Harvard University Arnold Arboretum dimana dia memiliki blog sendiri. Cam membantu merencanakan program reforestasi dan berbagai macam hal teknis lain di ASRI, termasuk membentuk sistem database kesehatan milik klinik.

  • Miftah Zam Achid

    Koordinator Pertanian yang Berkelanjutan

    Miftah berasal dari Bantul, Yogyakarta, dan merupakan lulusan dari Fakultas Pertanian di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Sebelum bergabung dengan ASRI, Miftah bekerja di bidang pengembangan masyarakat melalui pertanian organik yang membantu orang-orang miskin dan anak-anak jalanan. Selain itu, Miftah juga pernah terlibat kegiatan pertanian organik di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur Jawa Barat; sekitar Gunung Tompotika di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah; dan di District Aileu, Timor Leste.

    Bekerja di Yayasan ASRI merupakan bagian dari idealisme hidupnya untuk ikut serta dalam pengembangan kapasitas petani karena para petani itulah penolong negeri ini Indonesia. Miftah juga pernah bekerja pada program penataan lingkungan dan pengembangan masyarakat sekitar kawasan Hutan Lindung Lesan di hulu sungai Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

  • Setyawati

    Koordinator Program Kambing Untuk Janda.

    Setyawati atau yang lebih dikenal dengan Tya, adalah penduduk asli dari Sukadana. Dia memiliki pendidikan sarjana di Universitas Terbuka. Dia memulai karirnya di ASRI sebagai anggota pertanian organik dan kemudian ditawarkan untuk terlibat dalam program ASRI lainnya yang disebut Dapur Hijau. Tya kemudian ditawari pekerjaan sebagai koordinator program Kambing Untuk Janda di ASRI, dimana dia bertanggungjawab untuk mengantarkan kambing-kambing dari penjual kepada para janda. Terkadang karena akses ke desa yang sulit, dia mengantarkan kambing-kambing tersebut sendiri dengan menggunakan sepeda motor, sehingga membuatnya dijuluki sebagai wonder women team konservasi ASRI. Setelah mengantarkan kambing-kambing tersebut, kemudian dia secara rutin mengunjungi para janda dan memberikan penyuluhan tentang bagaimana mengoptimalkan kotoran kambing sebagai pupuk dan penyuluhan lainnya. Dia menikmati pekerjaannya di ASRI karena mengunjungi desa-desa yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya dan dimana dia bisa mengenal banyak orang serta mendapatkan kesempatan untuk membantu mereka.

     

  • Yayat Aryadi

    Koordinator Reboisasi Sedahan

    Yayat merupakan lulusan dari SMA Negeri 1 Sukadana. Sebelum bergabung bersama ASRI, Yayat telah bekerja sebagai asisten peneliti di Gunung Palung. Yayat yang merupakan pemuda asli dari desa Sedahan sangat mengenal kondisi lapangan Taman Nasional Gunung Palung. Passionnya untuk menjaga hutan dan mencari pengalaman membuatnya bergabung bersama team ASRI. Yayat berencana melanjutkan kuliah untuk mempelajari lebih lanjut ilmu kehutanan dan manajemen.

  • Muhammad Yusuf

    Fasilitator Pertanian Organik

    Muhammad Yusuf lebih dikenal dengan nama Jili di ASRI. Dia berasal dari Sukadana dan tinggal di Sukadana seumur hidupnya. Sebelum bekerja di ASRI, Jili adalah seorang penebang hutan. Dia sering mendengar ASRI dari cerita teman-teman sekitarnya dan akhirnya ditawari pekerjaan oleh Kinari Webb agar berhenti bekerja sebagai penebang hutan. Jili akhirnya mulai bekerja di ASRI pada tahun 2009. Sebagai seorang fasilitator, Jili sering membantu saat ada kelas-kelas dan penyuluhan tentang pertanian organik. Kadang Jili juga membantu Tya di program Kambing untuk Janda. Jili merasa sangat beruntung bisa bekerja di ASRI karena dia bisa belajar tentang berbagai hal yang berhubungan dengan konservasi, termasuk tentang agro ekosistem dan reboisasi. Dia senang bisa berbagi ilmu dengan orang lain dan sebagai akibatnya dia bisa menambah banyak teman.

  • Fransciscus Xaverius

    Manajer Reboisasi.

    Frans merupakan lulusan dari Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebelum bergabung dengan ASRI, Frans telah mempunyai pengalaman di bidang reboisasi dan pemberdayaan masyarakat saat bekerja di Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) dan KFCP (Kalimantan Forest and Climat Partnership). Ketertarikannya pada program ASRI yang menggabungkan antara kesehatan dan konservasi membuatnya memutuskan bergabung dengan team ASRI.

  • Erica Pohnan

    Erica saat ini aktif membantu team konservasi ASRI. Dia awalnya datang sebagai relawan di program reboisasi saat sedang melakukan fellowship di Universitas Gajah Mada. Erica mendapatkan gelar masternya dari program Lingkungan dan Kehutanan di Universitas Yale dan telah belajar tentang permasalahan hutan Indonesia lebih dari 5 tahun. Sebelum ke Indonesia, Erica bekerja untuk Yale’s Governance, Environment and Markets Initiative dan untuk RECOFTC, sebuah wilayah di Bangkok yang fokus pada permasalahan sosial kehutanan di wilayah Asia-Pasifik. Dia telah tinggal dan bekerja di Jepang, Peru, Thailand, Fillipina, dan Indonesia, dan berbahasa Indonesia dan Thai.

  • Agus Supianto

    Koordinator Program Monitoring

    Sebagai Koordinator Program Monitoring, Agus bekerja sama dengan Sahabat Hutan dan anggota komunitas masyarakat. Tujuannya adalah untuk menentukan status penebangan dan perburuan liar yang terjadi di taman nasional. Agus adalah lulusan Sarjana Kehutanan dari Universitas Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat. Agus lahir di Sukadana dan dengan bekerja di ASRI dia mengharapkan dapat membantu mengembangkan daerah tempat dia dibesarkan.

  • Hendriadi

    Koordinator Sahabat Hutan

    Hendriadi, atau biasa dipanggil Hen, adalah putra asli dari kabupaten Kayong Utara yang tumbuh dan dibesarkan di Sukadana. Hen menempuh pendidikan SD hingga SMU di Sukadana. Pada tahun 2008 Hen melanjutkan pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura dan lulus pada tahun 2012. Sebagai Koordinator Sahabat Hutan, Hen bertanggung jawab untuk menggerakkan Sahabat Hutan (SaHut) agar dapat memetakan potensi alam yang disesuaikan dengan hutan atau dusun yang bersangkutan. Hen juga harus terus melaksanakan evaluasi dan pemantauan demi mengontrol kinerja SaHut.  Hen sangat senang bekerja di ASRI karena kegiatan-kegiatan konservasi yang menitikberatkan kepada pembinaan kepada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasoinal Gunung Palung, Bekerja dekat dengan masyarakat merupakan cita-cita Hen sejak kuliah. Hen juga mendapatkan kepuasan batin saat bekerja di ASRI karena dia mendapat banyak pengalaman baru sekaligus juga bisa sambil membantu orang lain.

     

Semua

  • Program kami juga mendapat manfaat dari tim 17 pekerja kesehatan masyarakat desa, 30 Sahabat Hutan yang adalah pengelola pendidikan konservasi dan laporan kegiatan desa, kru reboisasi di 2 desa (Sedahan Jaya dan Laman Satong), dan beberapa pekerja harian yang membantu bila diperlukan.

    IMG_3883_DOT

    Komunitas Pekerja Kesehatan DOTS  (Directly Observed Treatment Short-course)untuk Tuberkulosis dan Kusta

    ForestGuardians_WaterPump

    Sahabat Hutan

    reboisasi_kecil

    Tim Reboisasi di Laman Satong

    Tim ASRI