ASRI-
Lokasi reboisasi Kebun Menjadi Hutan

KEBUN ‘DISULAP’ MENJADI HUTAN

“Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlewati,” pribahasa yang pas untuk menggambarkan manfaat dari kegiatan program reboisasi Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), yaitu: Kebun Menjadi Hutan (Garden to Forest). Tak hanya menyelamatkan lingungkan, tapi juga menyelamatkan perekonomian masyarakat.

Maraknya masyarakat yang melakukan aktivitas berladang berpindah, dimana biasanya dengan cara menebang atau membakar sebagian hutan di dalam kawasan lindung. Menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan ekosistem. Berangat dari persoalan tersebut ASRI mengadakan rehabilitasi lahan perladangan milik masyarakat.

Kebun Menjadi Hutan: Oleh Masyarakat Untuk Masyarakat Dari Masyarakat Dunia

Tak dipungkiri banyaknya masyarakat yang berladang di kawasan hutan adalah untuk menafkahi keluarganya. Oleh sebab itu, masyarakat membutuhkan penanaman tanaman yang dapat menunjang perekonomiannya. Sehingga aspek pemberdayaan dalam rehabilitasi diterapkan dalam kegiatan Kebun Menjadi Hutan. Caranya tim konservasi ASRI melibatkan masyarakat yang telah membuka lahan di kawasan hutan untuk kegiatan perladangan dan pertanian. Hal pertama yang dilakukan ialah koordinasi dengan masyarakat. Selanjutnya membentuk kelompok masyarakat.

Lokasi Pesemaian Bibit untuk Reboisasi Kebun Menjadi Hutan di Dusun Mentubang
Lokasi Pesemaian Bibit untuk Reboisasi Kebun Menjadi Hutan di Dusun Mentubang

Setiap kelompok difasilitasi mulai dari bibit hingga peralatan seperti cangkul, ember, gayung, dll untuk proses penanaman. Bibit yang ditanam antara lain tanaman hutan dan tanaman produksi yakni dengan perbandingan 70:30. Jenis tanaman hutan seperti Ubah, Laban, Rambai Hutan, Meranti Merah, dan tanaman jenis kayu-kayuan lainnya. Sedangkan jenis tanaman produksi seperti, Rambutan, Mangga, Cempedak, Jengkol, dll.

Ada dua lokasi kegiatan Kebun Menjadi Hutan. Di dusun Rantau Panjang terdapat 29 orang dan dari dusun Mentubang terdapat 32 orang. Dalam dua tahun tim konservasi menargetkan akan merehabilitasi 100 H lahan. Pada tahun pertama, tercatat hingga akhir tahun 2018, ASRI berhasil merehabilitasi 32 Ha lahan di dusun Mentubang dan 17 Ha lahan di dusun Rantau Panjang.

“Hambatan selama penanaman adalah lebih ke cuaca. Apabila musim kemarau panjang, sulit untuk menanam. Lalu hewan yang suka merusak tanaman. Sedangkan tantangannya ialah medan atau lokasi penanaman yang berbatu dan menanjak, sehingga dibutuhkannya tenaga ekstra saat mengangkut bibit dan  membersihkan lahan,” cerita Mahardika Putra, Manajer Konservasi  ASRI.

ASRI berharap masayarakat dapat menikmati nilai ekonomi melalui hasil panen setelah lima tahun penanaman. Dan tentunya kegiatan ini juga dapat mampu memperbaiki kondisi ekosistem, penurunan erosi dan perbaikan resapan air. Sehingga rehabilitasi ini dilakukan langsung oleh masyarakat dan hasilnya kembali untuk masyarakat. (on)

Admin ASRI

1 Comment

  1. December 30, 2018
    Reply

    Ye ! This Is A Good Blog!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *