ASRI-
Kebun Keluarga dari Program Mata Pencaharian Alternatif di ASRI

Kebun Keluarga Membantu Perekonomian Keluarga

Kebun Keluarga merupakan salah satu Program Konservasi ASRI di bidang pengembangan mata pencaharian alternatif. Program ini merupakan solusi dari pemanfaatan lahan sempit yang dikelola oleh ibu rumah tangga dan tinggal berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Di tahun 2017 ini sudah terdapat 60 orang ibu rumah tangga yang bergabung dengan Kebun Keluarga. Diantaranya ada yang berasal dari Dusun Belerang dan Dusun Tanjung Gunung. Selain itu ada pula kelompok dari ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).

Maka hari Rabu lalu (25/10/2017), kami (staf ASRI) senang sekali dapat berkunjung ke beberapa anggota Kebun Keluarga di Dusun Tanjung Gunung.

Perjalanan jauh sekitar 15km atau setengah jam dari Klinik ASRI terbayarkan saat masuk ke Dusun. Deretan tanaman hijau di dalam polybag berwarna hitam berjejer rapi di halaman depan beberapa rumah.

Rumah pertama yang kami kunjungi adalah rumah Ibu Wina (31 tahun). Beliau sudah bergabung di Kebun Keluarga ASRI sejak tahun 2016. Tanaman di kebunnya beraneka macam, mulai dari sawi keriting, kunyit putih, daun bawang, cabai dan lain-lain. Hasil kebunnya dikonsumsi pribadi dan beberapa dijual ke masyarakat sekitar rumah. Seperti cabai yang dijual dengan harga Rp. 5.000,- per ons.

Kebun Keluarga, Mata Pencaharian Alternatif
Ibu Wina sedang membersihkan kebun miliknya

Selanjutnya kami bertemu dengan Ibu Kimah (45 tahun) dan Nurhayati (32 tahun). Hasil kebunnya mereka jual ke Pasar Palung sebanyak empat kali dalam sebulan. Keuntungan yang mereka peroleh dalam sekali jual bisa mencapai Rp.65.000,-. Uangnya dapat mereka gunakan untuk jajan anak, belanja peralatan dapur dan menambah pemasukan keuangan keluarga.

“Yang mana ada kekurangan, itulah (hasil Kebun Keluarga) yang mencukupkan. Tentunya saya juga bisa meringankan bebab suami. Karena itu perempuan harus bisa usaha dan mandiri,” begitulah ungkapan perasaan Ibu Kimah saat kami berkunjung ke rumahnya.

Ibu Nurhayati dengan senang hati juga bercerita keuntungan lainnya yang ia rasakan setelah bergabung di Kebun Keluarga, “Pengalaman dan ilmu yang diperoleh lebih luas. Sekarang kami menjadi tau bagaimana cara mengelola pupuk kandang secara benar dan bagaimana perawatan tanaman secara alami.”

Kebun Keluarga
Tanaman cabe hasil dari Kebun Keluarga

Kesulitan atau hambatan yang ibu-ibu Kebun Keluarga hadapi adalah hama dan kondisi cuaca yang tidak mudah diprediksi. Sedangkan untuk bibit, mereka kini tak lagi bergantung ke ASRI. Sebab program ini ialah program satu kali jalan. Diawal ASRI akan memberikan bibit sawi, kangkung, cabai dan terong. Selanjutnya mereka bisa mendapatkan bibit lainnya dari teman satu kelompok, uang kas kelompok ataupun uang dari hasil jualan sayur tersebut.

Tak hanya itu saja, mereka juga diberikan pelatihan setiap sebulan sekali oleh staf ASRI. Mulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan perawatan kebun organik dan pelatihan keuangan.

“Harapan saya, ibu-ibu Kebun Keluarga tidak hanya paham mengelola kebun, tapi juga mengelola keuangan rumah tangga,” ucap Fitri Suryani selaku fasilitator Kebun Keluarga.

Harapan lainnya adalah meningkatkan pendapatan, menekan pengeluaran domestik. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukakan aktivitas penebangan liar.

Admin ASRI

1 Comment

  1. April 18, 2018
    Reply

    Can you tell us more about this? I’d love to find out some additional information.
    ——————————————
    http://megasto.com.ua

    f7rpf9Sg6L

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *