ASRI-
Pelayanan kesehatan di daerah terpencil Klinik Keliling

Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil Melalui Klinik Keliling

Bulan ini Klinik Keliling dilaksanakan selama tiga hari dua malam yaitu dari tanggal 13 hingga 15 Maret. Tim Klinik Keliling yang diutus ialah Dokter Alvi, perawat Reki dan Farmasi Siska. Terhitung total pasien yang berobat sebanyak 28 orang di Pangkalan Jihing dan 8 orang di Matan Jaya.

Di Klinik Keliling pasien juga dapat memperoleh kacamata baca , seperti Pak Bahrul (63 tahun) berasal dari Pangkalan Jihing. Yang mana lima tahun yang lalu beliau juga pernah memperoleh kacamata dari Klinik Keliling ASRI.

“Saya sangat senang di klinik keliling ada kacamata lagi. Umur saya terus bertambah, penglihatan pun semakin berkurang. Jadi saya rasa butuh kacamata baru.”

Pak Bahrul membayar semua biaya pelayanan kesehatan termasuk kacamata menggunakan bibit meranti, jengkol, petai dan gaharu. Metode pembayaran non-tunai ini telah lama dia gunakan sejak awal Klinik Keliling ASRI hadir di Pangkalan Jihing.

Pelayanan kesehatan klinik keliling dan pembagian kacamata di daerah terpencil sekitar Taman Nasional Gunung Palung
Pak Bahrul bersama kacamata lama (kiri) dan baru (kanan).

ASRI tak hanya menerima bibit sebagai pembayaran non-tunai, tapi juga kerajinan tangan seperti bakul, tikar, topi, dll. Contohnya saja Ibu Suburni (70 tahun) dari Pangkalan Jihing.

“Disini akses menuju tempat pengobatan lumayan jauh. Sedangkan kalau ada Klinik Keliling ASRI, jadi lebih dekat untuk saya datangi sendiri. Bayarnya pun mudah dan nyaman, bisa pakai bibit dan kerajinan tangan.”

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ibu Iyum dari dusun Matan Jaya. Beliau membayar biaya pengobatannya di Klinik Keliling ASRI dengan menggunakan kerajinan tangan yang ia buat sendiri.

Baca Juga: Mobil Klinik Keliling ASRI Amblas

Di Klinik ASRI bisa bayar berobat dengan kerajinan tangan
Bayar berobat dengan kerajinan tangan

Admin ASRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *