Health Sustainability, Climate Crisis & Culture
Perubahan iklim bukanlah hanya masalah lingkungan. Ini merupakan krisis kesehatan yang berdampak pada individu dan masyarakat di seluruh dunia. Akibat dari perubahan iklim, termasuk kenaikan suhu, kenaikan permukaan laut, dan peristiwa cuaca ekstrim, memiliki implikasi yang sangat besar bagi kesehatan manusia. Perubahan-perubahan ini berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit akibat panas, penyebaran penyakit menular, kerawanan pangan dan air, serta masalah pernapasan akibat memburuknya kualitas udara.
Negara yang paling rentan adalah negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan sumber daya dan infrastruktur yang terbatas untuk mengatasi dampak kesehatan dari perubahan iklim. Urgensi untuk mengatasi krisis ini terletak pada kesadaran bahwa kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia terkait erat dengan kesehatan bumi kita.
Dalam konteks Indonesia, negara yang sangat rentan terhadap risiko iklim, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan sudah terlihat. Kenaikan permukaan laut, panas yang ekstrim dan polusi udara yang meningkat menimbulkan tantangan yang signifikan bagi kesejahteraan penduduk.
Penyebab stres di lingkungan ini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari malnutrisi dan penyakit pernapasan hingga pengungsian dan peningkatan kerentanan sosial. Tantangan lingkungan dan kesehatan yang saling terkait ini memberikan tekanan yang sangat besar pada sistem kesehatan Indonesia, yang mendesak kebutuhan untuk segera bertindak.
Menyadari urgensi dan hubungan intrinsik antara perubahan iklim, kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan, Indonesian Health Promoting Hospitals Network (IHPH-Net) memelopori integrasi para tenaga ahli kesehatan ke dalam wacana iklim melalui KEBUMI - Kesehatan untuk Bumi dengan dukungan dari Health Care Without Harm Southeast Asia (HCWH-SEA), dengan kolaborasi bersama Alam Sehat Lestari (ASRI) dan Universitas Tanjungpura Pontianak mengadakan seminar dan webinar dengan tajuk “Health Sustainability, Climate Crisis & Culture” yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : 09 Maret 2024
Waktu : 08.00 - 13.00 WIB
Tempat : Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat
Diselenggarakan dalam 2 sesi dengan pemateri dari bidang kesehatan, konservasi, dan budaya seperti yang tercantum pada poster di bawah ini.
Untuk yang tertarik menyimak topik yang akan disampaikan para pemateri, namun belum berkesempatan hadir secara langsung, dapat hadir secara daring (online) dengan mendaftar di bit.ly/KEBUMIXASRIOnline





