Oleh Fransiska Selviana
27 December 2023
Bertemu Banyak Hal Baru Saat Magang Di ASRI

Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) merupakan sebuah yayasan yang mempunyai fokus di bidang pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Berdirinya Yayasan ASRI dilatarbelakangi oleh akses pelayanan kesehatan yang sulit sehingga mengakibatkan biaya kesehatan yang tinggi. Saat itu, minimnya pilihan mata pencaharian membuat masyarakat di sekitar TNGP memilih untuk menebang kayu di kawasan hutan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus agar bisa mengakses layanan kesehatan.

 

Pada tanggal 29 September 2023, saya Fransiska Selviana bersama 4 teman saya melakukan perjalanan menuju Yayasan ASRI untuk mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Jarak tempuh dari Pontianak menuju Yayasan ASRI kurang lebih menghabiskan waktu selama 15 jam perjalanan.

 

Ketika sampai di Kayong Utara, pertama-tama kami mencari tempat tinggal dengan melihat beberapa kontrakkan yang ada dan merapikan rumah kontrakkan. Di hari ke-2 pada tanggal 30 September 2023 adalah hari pertama dimana kami datang ke Yayasan ASRI untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari MBKM dengan melakukan Monev bersama Kepala Program Konservasi, Manager Kehutanan, Manager Riset, Manager Edukasi dan Manager Livelihood. Yayasan ASRI memiliki beberapa program seperti program kesehatan yang di antaranya adalah Klinik ASRI, Pengobatan Keliling, Penanggulan TB, dan Pembagian Kacamata. Program Konservasi di antaranya adalah Reboisasi, Monitoring Gangguan Hutan, Sahabat Hutan, Pertanian Organik, Chainsaw Buyback, Kambing untuk Janda, Riset dan Pengembangan. Program Edukasi di antaranya adalah ASRI Kids, ASRI Teens, Penyuluhan Masyarakat, Planetary Health Lecture, dan Planetary Health Camp.

 

Selama magang di ASRI ada beberapa kegiatan yang sudah saya ikuti. Mulai dari kegiatan perawatan bibit pohon di persemaian Klinik ASRI, persemaian Tambak Rawang, dan persemaian Sedahan Jaya. Saya membersihkan setiap bedeng persemaian, mengisi polybag, penyulaman bibit, penyiraman, penanaman, pemupukkan, pendataan dan seleksi bibit adopsi, pengangkutan bibit pasien, pengecekkan lahan reboisasi di Perupuk, dan belajar menggunakan GPS.

 

 

Untuk pengangkutan bibit pasien yang paling jauh dan pernah saya ikuti bersama Bang Adzi yaitu di Pangkalan Jihing, Kabupaten Ketapang. Saya merasa begitu senang karena bisa menambah pengalaman baru bagi saya karena bisa lebih banyak kenal dengan masyarakat yang sangat ramah. Di perjalanan banyak sekali rintangan yang harus di lewati seperti jalannya yang begitu becek karena pada saat itu cuaca sedang hujan.

 

Untuk kegiatan di Program Edukasi yang sudah saya ikuti di antaranya adalah ASRI Kids di SD 18 Begasing bersama Bang Wayan dengan menyampaikan materi mengenai habitat dan pemanfaatan baju bekas atau mendaur ulang. ASRI Kids ini merupakan program kegiatan ekstrakulikuler yang dilakukan oleh ASRI untuk mengajarkan pendidikan kesehatan dan lingkungan bagi kelompok usia anak-anak. Selain pembelajaran, saya juga memberikan game dan kuis pengetahuan seputar alam sekitar agar siswa bisa mempunyai gambaran tentang alam sekitar. Selain itu siswa juga di ajarkan tentang adanya timbal balik antara kegiatan manusia yang kemungkinan bisa merusak alam seperti adanya perilaku membuang sampah sembarang yang berakibat buruk bagi manusia dan lingkungan. Saya juga melakukan praktek langsung dengan tema daur ulang kepada siswa dengan membuat kerajinan tangan berupa tas (totebag) yang dibuat dari baju bekas. Selain itu saya juga pernah mengikuti penyuluhan kepada masyarakat di Desa Penjalaan bersama Bang Wayan dan Bang Agor dengan mengenalkan beberapa program ASRI, dampak kebakaran hutan dan lahan, serta keterkaitan masalah kesehatan dan lingkungan.

 

Untuk program Livelihood, saya pernah mengikuti program monitoring kambing untuk janda di Gunung Sembilan bersama Bu Tia. Program ini sangat menarik menurut saya karena sangat membantu para janda yang secara ekonomi terdata kurang mampu. Monitoring ini dilakukan dengan tujuan memantau kesehatan kambing- kambing dengan memberikan obat-obatan dan penyuntikkan. Di dalam program Livelihood ini saya cukup jarang terlibat dalam mengikutinya karena pada saat magang saya lebih banyak berkontribusi di program konservasi.

 

Sedangkan untuk program Riset yang pernah saya ikuti seperti monitoring pemasangan camera trap bersama Bang Iqbal dan Bang Andi. Kegiatan ini adalah pengalaman pertama bagi saya karena sebelumnya saya tidak pernah memasangan dan melepaskan camera trap. Pemasangan camera trap ini dilakukan di Hutan Laman satong di dalam kawasan TNGP (Taman Nasional Gunung Palung) dengan 5 titik yang berbeda. Sedangkan pemasangan camera trap di Sedahan Jaya itu terdapat 2 titik.

 

Selain itu saya juga pernah mengikuti seedling monitoring di lahan reboisasi yang di Laman Satong bersama banyak teman-teman yang ikut serta dengan mengukur panjang dan diameter tanaman. Ada beberapa tanaman yang mati kemudian di data agar bisa tau perkembangannya dan bisa melakukan penyulaman tanaman yang mati. Yang tidak kalah menarik saya juga mengikuti survei Ekonomi Sosial menggunakan ODK (Open Data Kit) di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Desa Teluk Bayur, Desa Sempurna, dan Desa jago. Tujuan survei ini untuk mengumpulkan data pekerjaan alternatif masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Palung selain kebun sawit. Sebelum melakukan survei, saya dan teman-teman dan juga tim riset, livelihood dan edukasi melakukan 2 kali pelatihan untuk penggunaan aplikasi tab dan belajar wawancara agar saat di lapangan tidak begitu baku dan kaku.

 

Pada saat survei banyak sekali masyarakat yang menginginkan sawit tetap ada sampai anak-anak mereka dewasa. Karena bagi mereka sawit adalah salah satu pekerjaan yang sangat menjanjikan mereka di masa depan. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya sawit, tetapi ada juga sebagian masyarakat yang mau berganti pekerajaan lain misalnya bertani asalkan hasil yang di dapatkan sama dengan sawit.

 

Program ASRI ini begitu sangat menarik semua bagi saya karena masyarakat sangat terbantu sekali dengan adanya beberapa programnya. Dan ASRI ini sangat begitu membantu di dalam Kehutanan dengan menanam kembali bibit di lahan Reboisasi yang beberapa tahun lalu merupakan lahan bekas kebakaran, dengan ini hutan menjadi sehat kembali.

 

 

Selama saya magang di ASRI juga saya sangat berterima kasih kepada semua teman-teman di ASRI karena sudah menerima saya dan teman-teman dengan begitu sangat baik tanpa membeda-bedakan. Di ASRI juga saya merasa terbantu karena semua mata kuliah rekognisi dari kampus dapat diimplementasikan secara langsung di lapangan.

 

Jujur pada saat penentuan tempat magang saya sangat kaget karena keterima di ASRI. Sebelumnya saya memilih tempat magang yang berbeda, tetapi saya tetap ambil dan melanjutkan untuk menambah pengalaman. Lebih dari 2 bulan sudah saya lalui di Yayasan ASRI, dan banyak sekali hal baru yang saya dapatkan. Terutama pengalaman selama di lapangan. Saya berharap semoga kedepannya saya bisa main ke ASRI lagi.