Oleh Ferdian Wira Pratama
22 August 2022
Melata untuk Dunia

Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa diberikan kesempatan mengenal ASRI (Alam Sehat Lestari) lebih dekat. ASRI dengan berbagai program yang mencerminkan hubungan antara kesehatan dan konservasi sejak 2007 sudah banyak memberikan dampak besar bagi seluruh lapisan masyarakat. Program yang tentunya tidak hanya menyasar ke masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), tapi juga mahasiswa yang dapat merasakan dampak dari program-program yang ada. Salah satu program ASRI yang menyasar ke mahasiswa ialah program magang (internship).

 

Magang di NGO Kalimantan (ASRI)

 

Awal Maret 2022 saya diterima sebagai peserta magang untuk kebutuhan analisis vegetasi sebagai survey assistant di Desa Sedahan Jaya. Untuk kedua kalinya saya menginjakkan kaki di Tanah Bertuah yaitu Kayong Utara. Program ini mengajak saya untuk lebih memahami hubungan antara kesehatan dan konservasi yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Selain memberikan pengalaman akan pengetahuan jenis vegetasi yang ada di Desa Sedahan Jaya, program ini memberikan saya arti tentang pentingnya manajemen waktu serta membangun relasi antar staf ASRI di semua bidang. Sehingga dari program ini juga saya memutuskan untuk dapat memanfaatkan peluang melakukan penelitian di Desa Sedahan Jaya sebagai tugas akhir.

 

Desa Sedahan Jaya sebagai salah satu desa yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Palung memiliki peranan penting sebagai kawasan penyangga taman nasional. Kawasan penyangga tersebut harapannya dapat berperan dalam mengurangi tekanan antropogenik serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Desa Sedahan Jaya yang didominasi dengan hutan rawa gambut tentu banyak menyimpan misteri, salah satunya herpetofauna.

 

Magang Biologi dan Kehutanan di NGO Kalimantan (ASRI)

 

Pertengahan Juni 2022 kegiatan penelitian tugas akhir saya dimulai yang bertujuan mengetahui daftar jenis herpetofauna serta keanekaragaman herpetofauna pada hutan rawa gambut di Desa Sedahan Jaya menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) dengan line transect. Pengamatan herpetofauna yang dilakukan pada 2 lokasi, yaitu wilayah reboisasi kerjasama ASRI dengan Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Sungai Bayas ini telah ataspersetujuan dan pendampingan Balai Taman Nasional Gunung Palung dan ASRI.

 

Selama kurang lebih 72 jam pengamatan dengan 20.000 m2 luas pengamatan, saya dapat menemukan 46 jenis herpetofauna, dengan pembagian komposisi terdiri atas 18 jenis amfibi dan 28 jenis reptil. Terdapat beberapa jenis herpetofauna yang berguna sebagai assessment information dalam pengelolaan kawasan hutan rawa gambut kedepannya. Seperti Kalophrynus meizon, Occidozyga laevis, Leptomantis rufipes, Pseudobufo subasper,Siebenrockiella crassicollis, Sphenomorphus haasi, dan Cuora amboinensis.

 

Mahasiswa Biologi Magang dan Penelitan Tugas Akhir di NGO Kalimantan (ASRI)

 

Magang Biologi dan Kehutanan di NGO Kalimantan (ASRI)

 

Magang Biologi dan Kehutanan di NGO Kalimantan (ASRI)

 

Kalophrynus meizon sebagai satu-satunya katak family Microhylidae yang ditemukan di penelitian ini merupakan katak endemik Borneo, sehingga tidak dapat ditemukan di kepulauan lainnya. Selain itu ada beberapa jenis Leptomantis rufipes dan Sphenomorphus haasi yang merupakan herpetofauna endemik Borneo. Occidozyga laevis sebagai katak dengan ukuran tubuh ±30 mm menjadi katak terkecil yang dapat ditemukan di lokasi pengamatan. Selain itu terdapat berbagai jenis yang umumnya mendiami perairan dan daratan dengan karakteristik hutan rawa gambut seperti Pseudobufo subasper, Siebenrockiella crassicollis, dan Cuora amboinensis.

 

Harapannya penelitian tugas akhir ini bisa berkontribusi bagi ilmu pengetahuan serta dapat menjadi acuan ketika dalam membuat kebijakan pengelolaan kawasan untuk pihak Taman Nasional Gunung Palung. Selain itu penelitian ini juga memberikan semangat serta rasa saling peduli terhadap sesama makhluk untuk saling menjaga dan memberikan kenyamanan bersama. Cerita tentang pengalaman dan penelitian ini akan menjadi batu loncatan serta menjadi asa untuk dapat disebarluaskan lebih luas lagi.

 

Artikel ditulis oleh Ferdian Wira Pratama yang merupakan mahasiswa dari program studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Tanjungpura Pontianak.

 

Magang jurusan biologi dan kehutanan di NGO Kalimantan (ASRI)